Sabtu, 30 April 2016

Sepanjang Molioboro





 
Molioboro,  setiap hari dikunjungi wisatawan mancanegara dan domestik.

Andong, yang menarik jasa penumpang dari kunjungan wisatawan

Sate ayam, penganan yang dijajahkan di jalan ini

Pengayuh becak di sepanjang jalan Molioboro,
   siap mengantar penumpang keliling Jogya

 
Pemusik Jalanan dengan alat musik seadanya, ikut memeriahkan suasana spanjang Molioboro



Jalan Molioboro, Ketika menuruni anak tangga kereta api, langkah berikutnya ialah melangkahkan kaki memasuki jalan yang sangat fenomenal di Jogyakarta. Ukuran jalannya tidak begitu besar namun cukup untuk memuat kendaraan berlalu lalang.
Namun sudut perhatian kita, akan tertumpu pada pedagang kaki lima yang ada di sepanjang kiri dan kanan jalan ini.  Berbagai pernak pernik, kaos yang bertuliskan kreatifitas, pengrajin Jogya, sampai ukiran wayang dari berbagai ukuran.
Bersebelahan dengan kaki lima, berparkiran andong yang ditarik kuda yang siap mengantar wisatawan berkeliling Molioboro, dan kraton yang ada di Jogya.
Melangkah lebih jauh lagi, maka kita akan betemu dengan pasar BringHarjo, yang menjual secara kulak-an berbagai jenis batik, perlengkapan pernikahan, souvenir, pewangi ruangan. Pasar ini bersebelahan dengan benteng Vredeburg
Karena lokasi ini banyak dikunjungi wisatawan, maka pengayuh becak juga parkir disana untuk menawakan jasanya. Namun untuk becak, kita harus benar-benar dulu tawar menawar, sebelum menggunakan jasa pengayuh becak ini, karena bisa saja, sewaktu naik harga lima ribu rupiah, namun ketika kita turun dari becak harganya  menjadi lima puluh ribu rupiah.
Pedagang penganan, yang menggelar bakulnya di kaki lima, persis  di seberang istana kepresidenan  juga menambah hiruk-pikuknya  Molioboro,  penganan khas Jawa, pecal, wedang ronde, sate ayam, yang bumbu kacangnya manis dan pedas, uli ketan bakar, nasi liwet dan gudeg juga tersedia di emperan kaki lima Molioboro.
Foto & Narasi ; Haris Maloko

Jumat, 29 April 2016

Ketika Masyarakat Pesisir Bersuka Ria



Suasana pentas festival, sebelum dimulai


Peragaan pasangan pengantin Betawi yang sedang beraksi


Festival dibuka oleh pejabat


Mendapat juara dalam paragaan busana pengantin

 

Makanan hasil  olahanikan yang diperlombakan dalam festival










Masyarakat pesisir, yang  kehidupannya tergantung dari hasil laut, dan biasanya bermukim tidak jauh dari pesisir pantai.

Katakanlah, masyarakat pesisir yang terdapat di kota Jakarta utara, dengan kehidupan rutin, berkutat dengan laut dan pantai, sebagai nelayan tangkap, nelayan budidaya, dan nelayan yang tergantung dari hasil laut.

Hidup keseharian itu, membuat mereka jenuh dalam hidup, maka tidak salah jika nelayan dan masyarakat pesisir menikmati suasana yang beda dari kehidupan keseharian mereka.

Untuk itu pemerintah sekali setahun sekali pemerintah DKI Jakarta mengadakan festival, guna mengurai kejenuhan.

Dalam acara itu berbagai kegiatan diadaka, panitia  festival  menyelenggarakan  lomba masakan dari bahan ikan, peragaaan busana, hiburan dan ajangnya bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari laut, mereka memamerkan hasil karya mereka, seperti halnya pernak pernik yang terbuat dari bahan hasil laut, yang dibuat menjadi buah tangan para pengunjung festival, bazar dan kegiatan yang bersuka ria.

Foto & narasi : Haris Maloko

Kamis, 28 April 2016

Puncak



 
Gerbang masuk dari arah selatan menuju puncak

 
 
Perkebunan teh, di dataran tinggi Cipanas

Pengunjung dari berbagai daerah setiap minggu 
memadati Puncak

 

 

Salah satu sarana akomodasi yang tersedia di Puncak







Anggrek  yg subur ikut tumbuh di Puncak


Dengan Kesegaran udara yang sejuk, membuat kawasan wisata ini, menjadi tujuan istirahat di ujung minggu.
Cipanas, yang terdapat di Jawa Barat ini, selain  kenyamanan udaranya, juga banyak hal yang menarik untuk dinikmati, Perkebunan tea yang mengitari dataran tinggi Puncak itu turut menambah keindahan alam.
Jangan khawatir jika anda kemalaman di dalam perjalanan, daerah ini banyak menyediakan penginapan. Dari penginapan yang murah, villa, bungalow, juga melengkapi destinasi wisata puncak ini. Sebagai daerah tujuan wisata puncak juga banyak memiliki kreativitas dalam aktiivitas ekonomi, berbagai warung oleh-oleh, baik makanan khas Jawa Barat, Ubi ungu, atau masyarakat setempat menyebutnya dengan Cilembu, Ubi jalar ini rasanya sungguh manis.
Berbagai jenis bunga, akan terlihat di taman bunga nasional, sehingga banyak bunga-bunga langka yang jarang terlihat, dapat dilihat disana.
Foto & narasi : Haris Maloko