Rabu, 27 April 2016

Tiga Warna Menyimpan Makna


Pintu Gerbang Taman Nasional Kelimutu, Ende Flores Timur, NTT


Gugusan gunung yang membentang mengeliling Kelimutu, tinggi bak mencakar lazuardi, menunjukkan kebesarn Tuhan sang Pencipta.
Danau yang airnya berwarna biru, yang terdapat di Kelimutu.
 
Danau Kelimutu, yang terdiri dari tiga warna Merah, Biru dan putih   
Penulis bersama salah seorang turis mancanegara yang berkunjung ke danau Kelimutu.

Taman Nasional Danau tiga warna Kelimutu yang terdapat di dataran tinggi, Ende, Flores Nusa Tenggara Timur ini, terbentuk dari batuan vulkanik yang memliki kultur batuan dan tanah kapur, sehingga dari batuan yang unik itu, membentuk air yang berwarna bila di lihat dari ketinggian.
Namun tidak begitu halnya, jika kita bertanya kepada masyarakat setempat. Dari legenda yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Ende, bahwa terbentuknya danau tiga warna Kelimutu itu. Lebih dikarenakan, kemurkaan seorang raja, yang murka akan kelakuan anak sang raja yang dilarang menikahi seorang gadis pilihan sang anak.
Kemurkan  raja  terhadap anaknya  itu, maka terjadi hujan begitu lebatnya hingga membentuk seperti danau di atas bukit.
Danau berwarna merah melambangkan kemurkaan, biru melambangkan ketenangan roh, dan warna putih melambangkan kesucian dari kehidupan.
Namun hal itu sudah pernah   terbantahkan atas  kepercayaan masyarakat itu. Ketika Indonesia masih dibawah kolonial Belanda, dimana  saat itu, Presdien pertama Indonesia Ir Soekarno, pernah di buang oleh Belanda di pulau ini.
Dalam masa pembuangan selama empat tahun lebih disana. Bung Karno pernah membuat tonil yang menceritakan, bahwa Danau Tiga warna Kelimutu itu tidak seperti cerita rakyat yang beredar di tengah-tengah masyarakat, namun lebih dikarenakan kejadian alam dengan batuan vulkaniknya.
Foto/Narasi : Haris Maloko

Tidak ada komentar: